Cara Memberikan Nasihat Yang Baik Tanpa Menyakiti

Memberi Nasihat

Cara Memberi Nasihat Yang Baik. nasehat merupakan penerjemahan relatif, akan tetapi pada intinya adalah selalu bersifat mendidik. Namun nasehat sifatnya relatif, tergantung siapa dan bagaimana penasehat, karena orang yg dinasehati setiap org tidaklah sama.

Pada dasarnya, Nasehat memiliki makna mengajak  org lain untuk melaksanakan sesuatu yg mempunyai unsur kebaikan, kemaslahatan dan melarang mengerjakan sesuatu yg mengandung kerusakan.

Cara Memberi Nasihat Yang Baik

Kita sering meninggalkan nasihat-menasehati (dengan adab yg baik), baik kepada keluarga, kerabat, saudara, sesama sahabat maupun teman.

Padahal pepatah mengatakan “Sahabat sejati adalah sahabat yg mengingatkan kita ketika kita lupa, menegur ketika kita salah dan menasihati kepada kebenaran dan mencegah kita dari kesesatan“.

Dalam memberi nasihat juga ada etika dan aturannya (adab menasihati), tidak sembarang dalam memberi nasihat kepada individu lainnya dgn baik. Jangan berharap bisa menasihati org lain, kalau anda tidak melakukannya secara tepat.

Cara Memberi Nasihat Yang Baik Sesuai Adab

Ada beberapa adab/etika tersebut, antara lain :

1. Mengaharapkan Ridho Allah SWT.

Cara pertama, yaitu ; Seorang nashih mestilah memaksudkan menyampaikan petuahnya semata – mata untuk mendapatkan ridha Allah SWT (amal itu bergantung pad niatnya).

2. Adab menasihati kedua. Tidaklah dalam rangka (berniat atau sengaja) untuk mempermalukan org yang akan/sedang dinasehati

Cara kedua, yaitu ; Seseorang hendak memberikan / memberi nasihat harus berusaha untuk tidak mempermalukan orang yg hendak dinasehati. Ini adalah musibah yg sering terjadi pada kebanyakan orang, saat dia memberi kan nasihat dengan nada kasar. Metode seperti ini justru akan berdampak buruk bagi penasihat (orang yg memberi nasihat) serta orang yg dinasehati.

Baca Juga : Kata – Kata Mutiara Motivasi Kehidupan dan Kesuksesan

2 Kiat Sukses Lanjutan Dalam Menasihati

1. Menasehati secara rahasia
Cara ketiga, yaitu ; Jangan sekali-kali memberi / memberikan nasehat disampaikan dengan terang-terangan, kecuali disampaikan ketika menasehati org banyak seperti ketika menyampaikan ceramah. Jika nasihat disampaikan kepada perindividu, maka hendaklah jangan dilakukan didepan umum.

2. Menasehatilah dengan lembut, sopan serta santun
Bagi yang akan menyampaikan pesan baik diharuskan bersikap dengan lembut, sensitif, serta beradab di dalam menyampaikan nasehatnya. Sesungguhnya menerima nasihat itu diperumpamakan seperti membuka pintu. Pintu tak akan terbuka kecuali dibuka dengan kunci tepat.
Target atau kriteria orang yg akan diberikan pesan yang baik adalah seseorang yg terlibat dalam suatu masalah (terkait dengan perintah serta larangan Allah SWT & dia melanggarnya).

Baca Juga : Pengertian Islam Berdasarkan Bahasa, Istilah serta Al-Quran

3. Jangan Memaksa
Penasehat harus mengetahui tentang apa yg akan dinasehatkan, mempertegas berita sampai kepadanya (tentang orang yang dinasihati). Sehingga dia mengingkari serta memerintahkan sesuatu berdasarkan ilmu dan ini lebih kondusif bagi diterimanya nasehat.
Hendaknya yang memberikan petuah melaksanakan penyampaiaan pesan tersebut, sebelum memberikan nasehat kepada org lain. Sehingga ia tidak termasuk golongan org yang memberikan nasehat, sedangkan mereka melupakan dirinya.

Baca Juga : Larangan Saat Menstruasi yang Wajib Anda Ketahui

6. Memilih moment serta yg waktu tepat.
Yaitu dalam memberikan nasihat dilakukan dengan memperhatikan dengan situasi dan kondisi. Karena, apabila pemberian nasihat di berikan pada saat waktu atau momennya tidak tepat maka, nasihat tidak akan diterima.

 

Tetaplah saling memberi berpesan – pesan dalam hal kebaikan, meski kita banyak kekurangan. Mungkin itu sebaik – baik nya (cara – cara memberikan nasihat) dalam penyampaian pesan pada masa kini.
Simak Juga :

Mengenal Mental Block Berdasarkan Pengertian dan Definisinya

loading...
error: Content is protected !!